Koperasi STMJ Dorong Kemandirian Pemasaran Rantai Nilai Jagung dan Ayam
Koperasi Sukses Tani Madalika Jaya (STMJ) terus memperkuat kapasitas anggotanya untuk membangun usaha yang lebih mandiri dan berdaya saing. Upaya tersebut dilakukan oleh ICARE BRMP NTB melalui Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Rantai Nilai Komoditas Jagung dan Ayam yang digelar di Gonjak, Kabupaten Lombok Tengah.
Kegiatan yang diikuti sekitar 50 pengurus dan anggota Koperasi STMJ ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola sekaligus pengembangan pemasaran rantai nilai komoditas yang menjadi potensi utama koperasi. Tidak hanya membahas aspek pemasaran, workshop juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola sarana produksi dan menekan biaya usaha.
Workshop dibuka oleh Koordinator Komponen B ICARE NTB, Dr. Awaludin Hipi, yang mewakili Kepala BRMP NTB. Beliau menyampaikan bahwa penguatan kapasitas anggota menjadi bagian penting dalam mendorong Koperasi STMJ agar semakin mampu mengelola usahanya secara mandiri.
“Ini menjadi langkah penting bagi koperasi untuk memperkuat pemasaran rantai nilai produk, khususnya jagung dan peternakan ayam yang menjadi potensi unggulan di wilayah Gonjak,” ujar Awaludin.
Semangat kemandirian tersebut kemudian diterjemahkan melalui materi yang dekat dengan kebutuhan usaha anggota. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai perawatan alat dan mesin pertanian (alsintan), mulai dari pemeliharaan rutin hingga upaya menjaga agar alat tetap berfungsi optimal dan memiliki umur pakai lebih panjang. Kemampuan tersebut dinilai penting karena alsintan menjadi salah satu pendukung utama dalam efisiensi kegiatan usaha tani.
Di sisi peternakan, peserta juga diajak memahami pengelolaan pakan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di wilayah setempat. Penggunaan bahan pakan lokal yang dikelola secara tepat diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus mendukung keberlanjutan usaha ayam yang dikembangkan koperasi.
Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, pertemuan ini juga menjadi ruang bagi anggota untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan melihat peluang pengembangan usaha secara lebih terintegrasi. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperkuat peran koperasi sebagai wadah usaha bersama, sehingga manfaat pengembangan rantai nilai jagung dan ayam dapat kembali dirasakan oleh anggota.